OBM UI 2016

5:05 PM

Halo. Akhirnya ada kesempatan buat update blog. Tiga hari terakhir ini, saya dan kawan-kawan dari jalur undangan (SNMPTN dan PPKB) diberi kesempatan untuk merasakan OBM terlebih dahulu. Untuk kawan – kawan dari  jalur tulis, diperkirakan OBM dilaksanakan di awal Agustus.  Sebelumnya, kalian pasti sering mendengarkan apa itu OBM. OBM atau Orientasi Belajar Mahasiswa merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan awal mahasiswa baru. Hanya karena diawali oleh kata orientasi jangan kalian pikir, OBM itu seperti ospek. Seperti namanya, OBM berisi kegiatan-kegiatan yang dapat berguna untuk kalian ke depannya dalam menjalani masa perkuliahan di Universitas Indonesia


OBM tuh ngapain aja sih?

Selama tiga hari ini, terhitung dari tanggal 20 Juli sampai 22 Juli, terdapat empat kegiatan OBM yang wajib hukumnya untuk diikuti oleh seluruh mahasiswa baru. Mungkin dari tahun ke tahun kegiatan yang dilakukan sedikit berbeda. Sebelum mengikuti OBM saya mencoba untuk mencari info dari internet untuk mendapatkan sedikit penggambaran apa yang dilakukan selama OBM.

Depok, 20 Juli 2016

Pada hari pertama, seluruh murid berkumpul di lapangan balairung untuk mendapatkan pengarahan. Bagi yang belum mengetahui di mana ruang atau fakultas yang akan mereka tempati, di sini mereka dapat melihatnya terlebih dahulu walaupun sebagian besar dari kami sudah mengetahui beberapa hari sebelumnya karena sudah diunggah di web UI.

Untuk hari ini saya mendapatkan jadwal untuk mengikuti IL dan CML di dua tempat berbeda. Untuk mengetahui di ruangan yang kami tempati, kami harus mengerti kode-kode yang tertulis di daftar. Misalnya untuk hari pertama IL saya bertempat di Fasilkom 2405, berarti saya harus menuju gedung 2 lantai 4. Setiap fakultas memiliki kodenya sendiri sehingga setiap fakultas memiliki kode yang berbeda.

IL (Information Literacy) – Fasilkom 2405

Di sini kami diminta untuk mendengarkan materi dari seorang narasumber. Untuk kelas saya, narasumbernya merupakan seseorang yang bekerja di Perpustakaan UI. Kami dijelaskan tentang apa itu IL dan mengapa hal tersebut sangat penting. Lalu kami disuruh membuat kelompok untuk mendiskusikan sebuah masalah dan cara apa yang akan kami ambil untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kelompok saya mendiskusikan tentang ‘Dampak Vaksin Palsu terhadap Kesehatan Anak’. Setelah berdiskusi seseorang dari kami diminta untuk maju dan mempresentasikan hasil dari diskusi.
Setelah diskusi dan tanya jawab selesai, narasumber kembali menjelaskan tentang Perpustakaan UI. Apa saja yang ada di sana, cara meminjam buku, menjadi anggota perpustakan, bahkan cara memahami kode buku yang akan kami cari juga diajarkan pada jam ini. Setelah itu, kami juga diajak untuk berkeliling di perpustakaan. Kami hanya melihat-lihat di sana. Perpus UI keren abis! Sebelumnya saya belum pernah memasuki perpustakaan sehingga saya merasa takjub. Terdengar norak, bukan? Hehehe

CML (Computer Meditated Learning) – FKM A3

Setelah puas berkeliling di perpustakaan, kami menuju lokasi yang berikutnya. Untuk CML saya mendapatkan jadwal di FKM atau Fakultas Kesehatan Masyarakat. Berjalan kaki dari perpustakaan sampai FKM membutuhkan waktu yang cukup lama. Belum lagi kami diharuskan untuk mencari dimana letak ruangan yang akan kami gunakan. Di sana kami tiba tepat pukul satu namun sebelumnya kami meminta izin terlebih dahulu kepada panitia untuk mendapatkan waktu lebih untuk melaksanakan Sholat Dzuhur.

Pukul 13.15 akhirnya kami bisa memulai materi. Kali ini, kami diajarkan tentang SCeLE (Student Centered e-Learning Environment) dan SIAK (Sistem Informasi Akademik). Kami juga diberitahu apa saja keuntungan menggunakan webmail UI. Selain itu kami melakukan sebuah diskusi melalui website resmi dari UI (maaf saya lupa website nya hehe) yang di mana kami diminta untuk menulis band favorite kami. Di samping itu, web ini juga dapat digunakan untuk ujian atau kuis secara online. Hari ini cukup melelahkan, but I’ve had so much fun!

Depok, 21 Juli 2016

SCAL (Student Centered Active Learning) – FMIPA B.302

Untuk hari kedua, kami tidak lagi diminta untuk berkumpul di balairung terlebih dahulu jadi kami langsung pergi menuju tempat yang dimana kami akan mendapatkan materi sesuai dengan jadwal yang tertera. Karena gedung FMIPA cukup jauh untuk ditempuh dengan berjalan kaki, saya dan beberapa teman pun menaiki bikun atau bis kuning untuk mencapai tempat yang dituju.

Dalam kelas SCAL ini, kami diajarkan sistem pembelajaran di kelas yang mengutamakan siswanya untuk menjadi lebih aktif. SCAL ini mungkin bisa dikatakan mirip dengan Kurtilas (Kurikulum Tiga Belas) atau CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Di sini, kami dibagi menjadi beberapa kelompok lalu kami diberikan beberapa buah pertanyaan yang harus kami diskusikan. Dari hasil diskusi tersebut kemudian kami presentasikan di depan kelas.

Entah mengapa hari ini sepertinya saya kurang mujur. Hahaha. Pertama, saat pemilihan ketua kelompok, sayalah yang terpilih untuk itu. Saya berpikir positif karena selama ini ketua kelompok hanya bertugas untuk mengarahkan anggota kelompok. Saat pemilihan anggota yang mana yang akan maju menyampaikan hasil diskusi, saya kembali terpilih dan mendapatkan urutan yang pertama. Saya belum siap dengan materi yang ada. Saya berdoa untuk diberi kelancaran. Hahahaha. Hasilnya? Saya tidak puas. Saya merasa masih banyak kekurangan yang ada dalam diri saya untuk berani berbicara di depan. Dari sini saya mendapat pengalaman berharga. Dengan begitu saya dapat memperbaiki diri supaya menjadi lebih baik untuk ke depannya.

Depok, 22 Juli 2016

RS (Reading Skill) – FPSI-H.106

Hari terakhir! Mungkin saya tipe orang yang lebih baik ikut kelas pagi ketimbang siang. Kelas siang membuat mindset saya untuk berpikir, “masih siang ini kelasnya, santai-santai dulu lah!” dengan begitu saya merasa malas untuk bergegas. Hal ini baru saya sadari hari ini.

Dikarenakan hari Jumat, yang dimana umat muslim pria diwajibkan untuk melaksanakan Shalat Jumat, kelas hari ini dimulai dari pukul 08.30. Saya dan beberapa teman saya menunggu untuk bis kuning sejak pukul delapan, namun setelah 15 menit, bis tersebut belum juga lewat. Terpaksa kami menggunakan ojek untuk mencapai fakultas yang kami tuju.

Belajar di dalam kelas reading skill ini dapat saya katakan mirip dengan belajar bahasa Indonesia. Kami di sini diajarkan bagaimana menulis ringkasan, abstrak, dan sintesis. Mulanya kami diberikan sebuah artikel yang berisi sekitar lima atau enam halaman. Lalu kami diminta untuk meringkasnya. Waktu yang diberikan tidak cukup banyak bagi saya. Karena saya harus membaca artikel tersebut berulang-ulang, saya hanya dapat menulis setengahnya saja. Kemudian kami juga diajarkan bagaimana menulis sebuah kalimat dengan benar sesuai dengan EYD (Ejaan yang Disempurnakan), penggunaan huruf kapital dan tanda baca.

Seperti hari-hari sebelumnya, kelas kembali dilanjutkan setelah istirahat yang berbeda hanya waktunya. Hari ini waktu istirahat lebih panjang, kurang lebih dua jam, namun waktu pulang tetap seperti biasanya. Hehe. Kali ini kelas saya kembali dibagi menjadi kelompok dan kami kembali diberi sebuah wacana yang cukup panjang. Kami bertugas untuk meringkasnya. Karena berkelompok, menurut saya hal itu memudahkan kami menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang cukup singkat. Saya pun membagi wacana tersebut menjadi empat, sejumlah anggota kelompok. Kemudian kami mengetik yang menjadi bagian kami ke dalam ms. word. Setelah waktu yang diberikan habis, kami diminta untuk memasukkan pekerjaan kami ke dalam flashdisk milik fasilitator. Selanjutnya, fasilitator memilih salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil dari pekerjaan mereka. Kali ini kelompok saya tidak dipilih untuk itu. Semuanya menghela napas dengan lega, termasuk saya. Hahaha. Di penghujung acara, fasilitator memberikan masukan-masukan yang sekiranya penting untuk kami dalam menghadapi perkuliahan.

Tidak terasa tiga hari terasa cukup singkat yang awalnya saya pikir akan berjalan dengan lambat. Saya harap saya dapat mengamalkan ilmu-ilmu yang saya dapat selama OBM. Saya pun berharap yang sama untuk kalian.

Cheers, Nabilah.

You Might Also Like

0 comments

Pageviews